Jumat, 11 Januari 2019

Cerpen Berjudul "DERITA SEORANG IBU"



Di sebuah Desa yang terletak di pinggiran hutan rimba.Hiduplah seorang wanita tua yang wajahnya sudah keriput,kulitnya mulai mengkerut,dan rambutnya yang sudah beruban.Namanya Bu Lasmini,yang mata pencahariannya hanyalah seorang Buruh Tani(menggarap tanah milik orang lain).Untuk menambah penghasilanya,dia sempatkan diri untuk mencari kayu bakar di dalam hutan yang lebat dan menjualnya kepada warga di sekitar tempat tinggalnya.
Bu lasmini memiliki seorang anak laki-laki yang sudah beranjak dewasa(Remaja) bernama Arman.Pada awalnya,Arman dikenal sebagai anak yang rajin,dan berbakti kepada kedua orang tuanya terutama kepada Ayahnya.Tetapi,setelah Arman mengalami kesedihan yang sangat mendalam,itu berawal ketika dia di tinggal pergi oleh ayahnya menghadap Sang  Pencipta.Seseorang yang selama ini mengajarinya arti sebuah kehidupan kini telah tiada untuk selamanya.Disaat Arman merasa tidak ada lagi harapan untuk hidup,hadirlah Reza seorang temaja laki-laki yang terkenal dengan kenakalannya di sekitar tempat tinggalnya.pada saat itu Arman merasa tenang berteman dengan Reza.Padahal ia tidak tahu bahwa Reza adalah orang yang sangat nakal dan sering membangkan kepada kedua orang tuanya.secara tidak langsung Arman mulai mengikuti jejak temannya yang nakal dan membangkan kepada orang tua.
Ketika Arman menginginkan sesuatu ,sering kali dia marah-marah kepada ibunya,agar ibunya mau menuruti kainginanya itu.Sementara Ibunya hanya seorang Buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk menutupi biaya makannya sehari.Meskipun demikian,BU Lasmini selalu berusaha mencari tambahan uang.Berbagai pekerjaan dia jalankan mulai dari Buruh tani,pencarim kayu bakar,dan Buruh cuci di sekitar Rumahnya.Itu semua dia lakukan semata-mata hanya untuk membahagiakan anaknya.Disisi lain,Arman telah mengubah hidupnya menjadi lebih buruk lagi.Sampai-sampai dia jadikan malam sebagai siang dan siang dia jadikan malam untuk bermalas-malasan di rumah.
Pernah suatu ketika Arman baru saja bangun dari tidurnya .Dia segera beranjak dari tempat tidur untuk pergi ke dapur mencari makanan.Tertapi,sesampainya di dapur ternyata di sana tidak tersedia makanan sedikitpun untuknya.Saat itu pula Arman lepas kontrol dan tiba-tiba menjadi singa kelaparan,menghancurkan segala Alat-alat rumah  tangga karena tak sanggup lagi menahan rasa laparnya.Tanpa berpikir panjang Arman pergi ke rumah Reza.Sesampainya di depan Rumah Reza ,Arman mengetok pintu:
Arman  : Hei Bro.....?
Reza    :Ada   apa       Bro........?
Arman  : Lho punya makanan ngga......?
Reza   : Punya sih,tapi jangan kamu habiskan semua........! sisakan untukku saya juga belum
 makan.
Arman  : oke Bro.....!
Armanpun dengan rasa laparnya yang sudah kumat langsung makan di Rumah Reza.Di saat Arman sedang Asik-asiknya makan,Reza bertanya kepada Arman.
Reza      : Ngomong-ngomong kesambar apa lho mau makan ke sini,,,,,?
Mendengar pertanyaan dari Reza,Arman langsung tersedak mendengarnya.
Arman : Begini bro,tadi pagi ibu saya lupa untuk menyediakan makanan untukku.
Reza     : yaelah...... Bilang saja kalo persediaan makananmu telah habiskan......?
Arman : (sambil menahan rasa malunya Armanpun menjawab) iya Za.....!
Reza     : sebenarnya,persediaan makanan saya juga mulai menipis nih.......!
Arman : jadi bagaimana....?
Setelah beberapa lama Reza berpikir,akhirnya terlintaslah di pikirannya untuk  pergi merantau ke kota.Karena dia menganggap bahwa penghasilan di Desa itu sangatlah sedikit.tidak cukup untuk biaya hidup sehari-hari.
Reza     : Bagaimana kalau kita merantau ke kota....?
Arman : Boleh juga yuh,Tapi kalau saya pergi siapa nantinya yang akan merawat ibuku....?
Reza     : kita di kota kan hanya sebentar,kalau kita telah sukses kita,akan kembali lagi kedesa           ini  untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa kita juga bisa sukses di                  kota.Nanti ibumu akan setuju kalau dia tahu.
Arman : iya saya mau...
Setelah mendengar penjelasan Reza tentang mudahnya dapat penghasilan di kota,Arman langsung lari menuju rumahnya untuk menyiapkan segala sesuatu(persediaan) untuk di bawanya ke kota bersama Reza.Bahkan semakin semangatnya,sampai-sampai Arman lupa pamitan kepada ibunya yang sedang sibuk mengurus ladang tetangganya.
Setelah bu lasmini sampai di rumahnya,dia tampak terkejut melihat seisi rumahnya yang berantakan.Bu Lasmini langsung memanggil-manggil Arman untuk menjelaskan kejadian tersebut.Tapi sayang seribu sayang,penjelasan dan orang yang diminta menjelaskannyapun tidak ada.Seorang anak yang dia bangga-banggakan selama ini telah tegah untuk pergi meninggalkannya seorang diri di Desa.
Sampai beberapa tahun kemudian,Arman yang merantau ke kota tidak kunjung kembali.Kerinduan seorang ibu kepada anakknya tidak bisa terbendung lagi.Dengan niat menemukan anaknya,bu Lasminipun nekat untuk pergi ke kota mencari Arman yang sudah beberapa tahun sejak kepergiannya tidak tidak ada kabarnya.
Dengan membawa selembar foto anaknya yang masih tersisa,Dia  menanyakan kepada setiap orang yang di jumpainya di kota.”apakah mereka mengenal orang yang ada di foto tersebut ....?” .Ternyata mereka tidak mengenali foto tersebut.
Di saat lapar,Bu Lasmini mengganjal perutnya dari sisa makanan di tong sampah.Dan tidur di Trotoar atau biasanya di jembata penyeberangan.Di saat bu lasmini mulai membaringkan tubuhnya yang sudah rapuh itu di atas permukaan Bumi,datanglah seekor anak kucing yang tak memiliki induk.Bu Lasmini terbangun dan mengambil anak kucing tersebut.Sambil mengelus-elus anak kucing tersebut,Bu Lasmini teringat saat-saat mengasuh Arman sewaktu kecil .Di saat itulah jiwa bu Lasmini milai terganggu dan akhirnya dia anggap bahwa anak kucing tersebut adalah anaknya yang selama ini telah tega meninggalkanyya.
Hari demi hari Bu Lasmini lalui bersama anak kucing tersebut.Bahkan di saat  bu Lasmini mendapatkan sisa makanan dari tong sampah,dia tidak pernah lupa untuk membaginya dengan anak kucing tersebut.
Setiap pagi di saat orang-orang kota sedang sibuk-sibiuknua berangkat ke tempat kerja,BuLasmini selalu menyempatkan diri untuk bermain-main dengan anak kucingnya yang dia anggap sebagai anaknya sendiri(Arman).Disaat sedang asik-asiknya bermain,anak kuding tersebut loncat ke tengah jalan dan memberhentikan beberapa pengendara yang mau berangkatr kerja.Anak kucing resebut tiba-tiba terdiam di depan seorang pengusaha di kota tersebut.Pengusaha itupun turun dari mobilnya dan mengusir anak kucing terseabut dengan dorongan kakinya.Bu Lasmini lang sung datang mengambil anak kucing tersebut sambil berkata:
“Hentikan.... kamun mau apakan anakku.....?”
Semua pengendara sontak terdiam begitupun dengan pengusaha dan menatap kepada orang tua yang menjadikan anak kucing sebagai anaknya.setelah beberapa lama pengusaha tersebut menatap Bu Lasmini,dia tampak mengenali wajah Bu Lasmini.BU Lasmini lalu pergi meninggalkan sang pengusaha tersebut.Dengan Rasa penasarannya yang tinggi, pengusaha tersebut mengejar Bu Lasmini dan langgsung memeluknya,sambil berkat”maafkan aku bu,,,,!”.”kamu siapa.....?” kata bu Lasmini.”sayalah anak yang telah durhaka kepada ibu,tegah meninggalkan ibu di kampung sendirian,saya Arman anak ibu......!”kata sang pengusaha tersebut.”Anak saya sudah pergi ,anak saya telah melupakanku,siapa kamu yang ngaku-ngaku sebagai anakku....?”.kata BuLasmini (dengan perassan sedih)
Pengusaha itupun berlutut dan mencium kaki ibunya sambil meminta maaf kepadanya.”ibu maafkan saya karena telah melupakanmu dan saya berjanji mulai saat ini saya akan tetap bersama ibu sampai ajal menjemput”. Armanpun merawat ibunya sampai gangguan jiwa yang di derita Ibunya sembuh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar