Di
sebuah Desa yang terletak di pinggiran hutan rimba.Hiduplah seorang wanita tua
yang wajahnya sudah keriput,kulitnya mulai mengkerut,dan rambutnya yang sudah
beruban.Namanya Bu Lasmini,yang mata pencahariannya hanyalah seorang Buruh
Tani(menggarap tanah milik orang lain).Untuk menambah penghasilanya,dia
sempatkan diri untuk mencari kayu bakar di dalam hutan yang lebat dan
menjualnya kepada warga di sekitar tempat tinggalnya.
Bu
lasmini memiliki seorang anak laki-laki yang sudah beranjak dewasa(Remaja)
bernama Arman.Pada awalnya,Arman dikenal sebagai anak yang rajin,dan berbakti
kepada kedua orang tuanya terutama kepada Ayahnya.Tetapi,setelah Arman mengalami
kesedihan yang sangat mendalam,itu berawal ketika dia di tinggal pergi oleh
ayahnya menghadap Sang
Pencipta.Seseorang yang selama ini mengajarinya arti sebuah kehidupan
kini telah tiada untuk selamanya.Disaat Arman merasa tidak ada lagi harapan untuk
hidup,hadirlah Reza seorang temaja laki-laki yang terkenal dengan kenakalannya
di sekitar tempat tinggalnya.pada saat itu Arman merasa tenang berteman dengan
Reza.Padahal ia tidak tahu bahwa Reza adalah orang yang sangat nakal dan sering
membangkan kepada kedua orang tuanya.secara tidak langsung Arman mulai
mengikuti jejak temannya yang nakal dan membangkan kepada orang tua.
Ketika
Arman menginginkan sesuatu ,sering kali dia marah-marah kepada ibunya,agar
ibunya mau menuruti kainginanya itu.Sementara Ibunya hanya seorang Buruh tani
yang penghasilannya hanya cukup untuk menutupi biaya makannya sehari.Meskipun
demikian,BU Lasmini selalu berusaha mencari tambahan uang.Berbagai pekerjaan
dia jalankan mulai dari Buruh tani,pencarim kayu bakar,dan Buruh cuci di
sekitar Rumahnya.Itu semua dia lakukan semata-mata hanya untuk membahagiakan
anaknya.Disisi lain,Arman telah mengubah hidupnya menjadi lebih buruk
lagi.Sampai-sampai dia jadikan malam sebagai siang dan siang dia jadikan malam
untuk bermalas-malasan di rumah.
Pernah
suatu ketika Arman baru saja bangun dari tidurnya .Dia segera beranjak dari
tempat tidur untuk pergi ke dapur mencari makanan.Tertapi,sesampainya di dapur
ternyata di sana tidak tersedia makanan sedikitpun untuknya.Saat itu pula Arman
lepas kontrol dan tiba-tiba menjadi singa kelaparan,menghancurkan segala
Alat-alat rumah tangga karena tak
sanggup lagi menahan rasa laparnya.Tanpa berpikir panjang Arman pergi ke rumah
Reza.Sesampainya di depan Rumah Reza ,Arman mengetok pintu:
Arman : Hei Bro.....?
Reza :Ada apa Bro........?
Arman : Lho punya makanan ngga......?
Arman : Lho punya makanan ngga......?
Reza : Punya sih,tapi jangan kamu habiskan semua........!
sisakan untukku saya juga belum
makan.
Arman
: oke Bro.....!
Armanpun
dengan rasa laparnya yang sudah kumat langsung makan di Rumah Reza.Di saat
Arman sedang Asik-asiknya makan,Reza bertanya kepada Arman.
Reza :
Ngomong-ngomong kesambar apa lho mau makan ke sini,,,,,?
Mendengar
pertanyaan dari Reza,Arman langsung tersedak mendengarnya.
Arman
: Begini bro,tadi pagi ibu saya lupa untuk menyediakan makanan untukku.
Reza : yaelah...... Bilang saja kalo persediaan
makananmu telah habiskan......?
Arman
: (sambil menahan rasa malunya Armanpun menjawab) iya Za.....!
Reza : sebenarnya,persediaan makanan saya juga
mulai menipis nih.......!
Arman
: jadi bagaimana....?
Setelah
beberapa lama Reza berpikir,akhirnya terlintaslah di pikirannya untuk pergi merantau ke kota.Karena dia menganggap
bahwa penghasilan di Desa itu sangatlah sedikit.tidak cukup untuk biaya hidup
sehari-hari.
Reza : Bagaimana kalau kita merantau ke
kota....?
Arman
: Boleh juga yuh,Tapi kalau saya pergi siapa nantinya yang akan merawat
ibuku....?
Reza : kita di kota kan hanya sebentar,kalau
kita telah sukses kita,akan kembali lagi kedesa ini untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa kita
juga bisa sukses di kota.Nanti
ibumu akan setuju kalau dia tahu.
Arman
: iya saya mau...
Setelah
mendengar penjelasan Reza tentang mudahnya dapat penghasilan di kota,Arman
langsung lari menuju rumahnya untuk menyiapkan segala sesuatu(persediaan) untuk
di bawanya ke kota bersama Reza.Bahkan semakin semangatnya,sampai-sampai Arman
lupa pamitan kepada ibunya yang sedang sibuk mengurus ladang tetangganya.
Setelah
bu lasmini sampai di rumahnya,dia tampak terkejut melihat seisi rumahnya yang
berantakan.Bu Lasmini langsung memanggil-manggil Arman untuk menjelaskan
kejadian tersebut.Tapi sayang seribu sayang,penjelasan dan orang yang diminta
menjelaskannyapun tidak ada.Seorang anak yang dia bangga-banggakan selama ini
telah tegah untuk pergi meninggalkannya seorang diri di Desa.
Sampai
beberapa tahun kemudian,Arman yang merantau ke kota tidak kunjung
kembali.Kerinduan seorang ibu kepada anakknya tidak bisa terbendung lagi.Dengan
niat menemukan anaknya,bu Lasminipun nekat untuk pergi ke kota mencari Arman
yang sudah beberapa tahun sejak kepergiannya tidak tidak ada kabarnya.
Dengan
membawa selembar foto anaknya yang masih tersisa,Dia menanyakan kepada setiap orang yang di
jumpainya di kota.”apakah mereka mengenal orang yang ada di foto tersebut
....?” .Ternyata mereka tidak mengenali foto tersebut.
Di
saat lapar,Bu Lasmini mengganjal perutnya dari sisa makanan di tong sampah.Dan
tidur di Trotoar atau biasanya di jembata penyeberangan.Di saat bu lasmini mulai
membaringkan tubuhnya yang sudah rapuh itu di atas permukaan Bumi,datanglah
seekor anak kucing yang tak memiliki induk.Bu Lasmini terbangun dan mengambil
anak kucing tersebut.Sambil mengelus-elus anak kucing tersebut,Bu Lasmini
teringat saat-saat mengasuh Arman sewaktu kecil .Di saat itulah jiwa bu Lasmini
milai terganggu dan akhirnya dia anggap bahwa anak kucing tersebut adalah
anaknya yang selama ini telah tega meninggalkanyya.
Hari
demi hari Bu Lasmini lalui bersama anak kucing tersebut.Bahkan di saat bu Lasmini mendapatkan sisa makanan dari tong
sampah,dia tidak pernah lupa untuk membaginya dengan anak kucing tersebut.
Setiap
pagi di saat orang-orang kota sedang sibuk-sibiuknua berangkat ke tempat
kerja,BuLasmini selalu menyempatkan diri untuk bermain-main dengan anak
kucingnya yang dia anggap sebagai anaknya sendiri(Arman).Disaat sedang
asik-asiknya bermain,anak kuding tersebut loncat ke tengah jalan dan
memberhentikan beberapa pengendara yang mau berangkatr kerja.Anak kucing
resebut tiba-tiba terdiam di depan seorang pengusaha di kota tersebut.Pengusaha
itupun turun dari mobilnya dan mengusir anak kucing terseabut dengan dorongan
kakinya.Bu Lasmini lang sung datang mengambil anak kucing tersebut sambil
berkata:
“Hentikan....
kamun mau apakan anakku.....?”
Semua
pengendara sontak terdiam begitupun dengan pengusaha dan menatap kepada orang
tua yang menjadikan anak kucing sebagai anaknya.setelah beberapa lama pengusaha
tersebut menatap Bu Lasmini,dia tampak mengenali wajah Bu Lasmini.BU Lasmini
lalu pergi meninggalkan sang pengusaha tersebut.Dengan Rasa penasarannya yang
tinggi, pengusaha tersebut mengejar Bu Lasmini dan langgsung memeluknya,sambil
berkat”maafkan aku bu,,,,!”.”kamu siapa.....?” kata bu Lasmini.”sayalah anak
yang telah durhaka kepada ibu,tegah meninggalkan ibu di kampung sendirian,saya
Arman anak ibu......!”kata sang pengusaha tersebut.”Anak saya sudah pergi ,anak
saya telah melupakanku,siapa kamu yang ngaku-ngaku sebagai anakku....?”.kata
BuLasmini (dengan perassan sedih)
Pengusaha
itupun berlutut dan mencium kaki ibunya sambil meminta maaf kepadanya.”ibu
maafkan saya karena telah melupakanmu dan saya berjanji mulai saat ini saya
akan tetap bersama ibu sampai ajal menjemput”. Armanpun merawat ibunya sampai
gangguan jiwa yang di derita Ibunya sembuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar