Minggu, 10 Februari 2019

Pemuda dalam kontestasi Politik 2019


          Virus dan rayuan politik di zaman ini semakin menjadi-jadi. Virus itu Tidak hanya menjangkiti kaumTua,Namun Virus Politik kini telah masuk kedalam Sukma sanubari Pemuda Milenial. Tak Heran bila kita sering menemukan Baleho-baleho yang memajang Wajah Sumbringan kaum muda dipinggir jalan Guna menggait Simpati masyarakat agar memilih dirinya sebagai Wakil di Kantor Dewan. Saya Ulangi Untuk memilih dirinya sebagai WAKIL di kantor Dewan. Ya betul Wakil , PerpP kita Tanya kepada mereka (Kaum Muda) yang berani terjun ke dunia anta branta itu. Apakah mereka sudah paham Posisinya nanti ketika terpilih,..?.     Apakah mereka tahu bahwa dirinya hanyalah wakil ...?
 
          Ketika ada kata Wali pasti ada yang di wakili. Presiden punya Wakil yakni untuk mewakili dirinya ketika ada agenda lain, Pun demikian dengan Gubernur dan Bupati Mereka mempunyai Wakil dan Diatur di dalam Undang-undang. Maka tak heran jika Wakil itu harus mendengarkan orang yang diwakilinya. Didalam hal ini Rakyatlah di atas segalanya.

         Tapi jika kamu (Calon pemimpin) hanya datang menebar pesona lima tahun sekali kepada mereka yang kamu anggap mewakilinya di Gedung mewah tersebut dan tak paya engkau Datang Dengan Harta dan uangmu yang berlimpah,Maka Itu sama halnya kau Gadaikan kepercayaan rakyat kepadamu hanya soal materi semata.

         Caleg Milenial harus tahu posisinya.Harus mengerti aturan-aturan dan Larangan-larangan dalam Dunia Politik.Apabila ada caleg Milenial masih mempraktekkan Tindakan dan perilaku terdahulunya dan merugikan masyarakat maka Percuma saja anda mencalonkan diri.